Soal Muslim Uighur, Dubes RRT Berdalih Hanya Perangi Terorisme

Nasional

NOTULA – Dalam beberapa pekan terakhir isu yang menimpa muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok menjadi sorotan masyarakat muslim Indonesia. Menanggapi itu, Dubes RRT untuk Indonesia, Xiao Qian, usai bertemu pengurus PP Muhammadiyah menyatakan kondisi yang terjadi di Xinjiang.

“Masyarakat berbagai suku Uighur menikmati kebebasan beragama di sana. Namun untuk masalah terorisme dan separatisme tetap ada dan jadi ancaman stabilitas nasional setempat,” kata Xiao Qian, saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (28/12).

Soal video-video kekerasan yang beredar di media sosial, Dubes RRT membantah jika itu disebut sebagai kamp konsentrasi penyiksaan. Menurut dia, itu bagian dari pelatihan vokasi yang juga diberlakukan kepada setiap warga negara Tiongkok.

“Kata re-education camp tidak benar, aslinya lembaga pendidikan vokasi,” imbuhnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Masih menurut Xiao Qian, sama dengan di Indonesia, pelatihan vokasi ini sangat penting dan sukses dalam menangkal adanya radikalisme.

“Karena itu, otoritas Uighur Xinjiang mengambil serangkaian langkah deradikalisasi dengan pendekatan vokasi, dan ini sangat sukses,” pungkasnya.

Dubes RRT dan rombongan diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Haedar Nashir, Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan pengurus lain.

Sebelum ke PP Muhammadiyah, Dubes RRT untuk Indonesia, Xiao Qian beberapa waktu lalu juga menyambangi kantor PBNU.