Soal Kampanye di Medsos, Bawaslu Minta KPU Perjelas Aturan

Nasional

NOTULA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperjelas aturan kampanye di media sosial (Medsos) pada peraturan perundang-undangan yang akan dibuat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), di Hotel Gran Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/9/22).

Menurut Bagja, kendala pengawasan pelaksanaan kampanye di Medsos oleh Bawaslu berdasar pengalaman Pemilu sebelumnya terbilang rawan, karena tidak memiliki batasan dalam aturannya.

“Seharusnya ada batasan. PKPU harus mengatasi. Kita dorong PKPU membatasi ruang gerak Medsos dijadikan ajang menyerang pribadi, menyerang keyakinan beragama dan lain-lain,” katanya.

Dia mencontohkan dampak kampanye Pemilu Serentak 2019 yang cenderung memecah belah masyarakat, karena kerap berbau penyerangan pribadi dan SARA.

“Kita sudah menghadapi era 2024, melewati Covid-19, kok tidak bisa bersaudara kembali. Itu masa-masa sulit kan,” singgungnya.

Bawaslu RI mendorong KPU membuat batasan-batasan kampanye Pemilu di Medsos di dalam PKPU. “Berarti khusus (mengatur kampanye di Medsos). Atau dimasukkan dalam PKPU kampanye, nanti ada khusus tentang kampanye di Medsos,” harapnya.

“Biar lebih terkendali, sehingga ada tindak pidana bisa kita lakukan. Tetapi tindak pidana tetap yang terakhir lah. Yang penting dicegah,” katanya.

Masa kampanye dimulai pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024, akan diawasi Bawaslu secara ketat, khususnya di media sosial, dan menjadi salah satu fokus pengawasan, karena memiliki kerentanan pelanggaran seperti menyerang orang lain.

“Yang paling ditakuti itu masalah SARA. Itu mengerikan,” katanya, seperti dikutip dari rmol.id.

Bawaslu sendiri kini tengah menggodok aturan terkait pengawasan kampanye di Medsos dan batasan-batasan materi kampanye.

Selain itu juga menggandeng sejumlah platform digital untuk pengawasan kampanye di media sosial.

“Kita akan menjalin kembali MoU dengan teman-teman platform (digital), seperti Whatsapp, Facebook, dan kawan-kawannya,” pungkasnya.