Soal Caleg, Jangan Pilih ‘Kucing dalam Karung’

Nasional

NOTULA – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan, wanti-wanti kepada masyarakat agar tidak memilih kucing dalam karung saat pemungutan suara 17 April mendatang.

Syafuan -panggilan akrabnya- berpendapat, untuk mengetahui persoalan di tengah masyarakat, para Caleg harusnya menyambangi daerah pemilihan secara langsung, bukan mengandalkan serangan fajar. Untuk itu masyarakat diminta memilih para Caleg yang memiliki program jangka panjang dan perbaikan di daerah pemilihan (Dapil).

“Jangan mau mencari kucing dalam karung karena dibayar, dia (Caleg) hibur kita selama kampanye, tapi meninggalkan kita dengan kemacetan, pengangguran, jalan yang gelap, sampah di mana-mana, kejahatan luar biasa, narkoba, setelah terpilih,” tuturnya kepada wartawan, Senin (21/1).

Masyarakat, sambungnya, kini mulai cerdas dalam pesta demokrasi. Pemilih generasi milenial tidak serta merta menerima uang dari para Caleg yang nantinya membiarkan Dapilnya terbengkalai.

“Menurut saya, ketika masyarakat meletakkan pohon pisang di jalan yang tidak diperbaiki itu sekaligus menyampaikan ke temannya yang terima uang, dia (Caleg) menang, tapi tidak mengurus jalan karena merasa sudah bayar di depan,” paparnya Direktur Riset dan Kebijakan Lembaga Kajian, Pengembangan dan Partisipasi Masyarakat itu.