NOTULA – Menyikapi 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga kuat invalid, Komisi Pemilihan Umum (KPU) ternyata tidak konsisten.

Menurut Ketua Tim Siber Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agus Maksum, inkonsistensi itu nampak jelas dari perbedaan pernyataan Komisioner KPU. Antara pernyataan dalam rapat internal dengan BPN dan TKN Jokowi-Maruf pada 14 April lalu, dengan pernyataan mereka di depan media massa setelahnya.

“Sebelumnya kita sudah diskusi, dan KPU sudah tahu 17,5 juta yang kita persoalkan itu akhirnya mereka akui bahwa itu memang bermasalah. Kemudian mereka hanya mengatakan dalam ruang itu, kami akan cari siapa yang buat ini, dan akan kami pecat. Itu pernyataan waktu itu,” katanya, dalam jumpa pers di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Rapat internal itu, kata dia, dihadiri perwakilan TKN Jokowi-Maruf, Arya Bima. Sementara dari BPN Prabowo-Sandi diwakili Agus Maksum bersama Hashim Djojohadikusumo.

anehnya, selang beberapa waktu, saat diwawancarai TV One, KPU mengatakan bahwa 17,5 juta data invalid itu hanyalah salah ketik.

“Jadi waktu diliput TV One, ketemu juga, mereka mengatakan itu salah ketik,” sesalnya, seperti dikutip dari rmol.co.