SmartHealth Sijaritung Hantarkan Pemkab Malang Raih Penghargaan Khusus

Malang Raya

NOTULA – Pemerintah Kabupaten Malang meraih penghargaan spesial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyusul SmartHealth Sijaritung mampu menembus Top 45 Inovasi Kovablik Bidang Kesehatan.

Penghargaan diterima Pjs Bupati Malang, Drs Sjaichul Ghulam MM dari Gubernur Jawa Timur pada acara penyerahan penghargaan Kovablik di Singhasari Hotel dan Resort, Jumat (13/11/20) sore. Pemkab Malang dinilai mampu mewujudkan Kampung Cerdik Sehat Jantung melalui SmartHealth Sijaritung.

Inovasi ini disusun lantaran masih tingginya kasus maupun angka kematian akibat penyakit jantung di Kabupaten Malang, sehingga memberi perhatian khusus terhadap penyakit ini.

Program SmartHealth merupakan program pengembangan aplikasi deteksi dini bagi kelompok usia risiko penyakit jantung. Khususnya kelompok usia 40 tahun ke atas. Aplikasi dibuat melibatkan beberapa dokter spesialis jantung, dengan tingkat keakuratan deteksi penyakit jantung nyaris 100 persen.

”Penghargaan ini tentu bentuk apresiasi Gubernur Jawa Timur atas hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya menciptakan inovasi yang mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Inovasi ini memiliki hasil keakuratannya mencapai 95 persen ke atas. Aplikasi ini menyediakan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada kalangan usia 40 tahun keatas,” papar Pjs Bupati Malang, didampingi Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Malang.

Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan menciptakan aplikasi SmartHealth ini dengan mampu menyuguhkan daftar pertanyaan yang dibuat berdasarkan pengalaman para dokter saat meng-anamnesis (teknik pemeriksaan awal melalui percakapan) penyakit jantung kepada pasien.

Beberapa pertanyaan yang ada misalnya; Apakah di keluarga anda tidak ada yang perokok? Apakah dalam sekian tahun terakhir pernah mengalami jantung berdebar? Makanan apa saja yang sering dikonsumsi? hingga pertanyaan yang menanyakan seberapa sering berolahraga dalam setiap harinya.

Pertanyaan yang ada dalam aplikasi itu juga dilontarkan kader SmartHealth, dan dijawab oleh orang yang beresiko sakit jantung. Secara otomatis algoritma, jawaban dari pertanyaan itu kemudian akan terkoneksi dengan aplikasi e-Puskesmas dan Public Safety Center (PSC) 119, tentang program kegawat daruratan yang sebelumnya sudah di-Launching oleh Pemkab Malang pada akhir 2019 lalu.

”Dari jawaban tadi akan dianalisa oleh tenaga kesehatan. Masyarakat yang 40 tahun keatas tadi kemudian dikelompokkan kepada masyarakat yang tidak beresiko penyakit jantung, reskio jantung rendah, resiko jantung sedang dan resiko jantung tinggi,” pungkas Pjs Bupati Malang, seperti dikutip dari rilis Humas Pemkab Malang.