SMA Negeri 9 Malang Uji Coba Sekolah Luring

Pendidikan

NOTULA – SMA Negeri 9 Malang mulai uji coba sekolah tatap muka alias luar jaringan (Luring), sejak Senin (2/11/20) kemarin.

Menurut Kepala SMA Negeri 9 Malang, Dra Sri Setyawati, persiapan yang dilakukan pihak sekolah sebenarnya sudah sejak lama. Tapi penerapannya menunggu waktu yang tepat, sampai perkembangan Covid-19 di Malang turun.

Sri juga mengatakan, untuk sementara siswa yang masuk hanya dari kelas 10 dan 12 saja. Selain itu juga hanya empat mata pelajaran yang diajarkan pada pembelajaran tatap muka ini.

Kepala Sekolah SMAN 9 Malang, Dra Sri Setyawati. (Foto: Yoga Angga Pratama)

“Jurusan IPA ada matematika, biologi, kimia, dan fisika, sedang untuk IPS hanya matematika, sosiologi, ekonomi, dan geografi,” katanya, saat dijumpai di SMAN 9 Malang, Selasa (3/11/20) pagi.

“Empat mata pelajaran itu dinilai tidak maksimal kalau dilakukan secara Daring (dalam jaringan/online). Sementara untuk jurusan bahasa masih bisa dilakukan secara daring,” tambahnya.

Menurut Sri, dari 1.135 siswa yang ada di SMAN 9 Malang, hanya 70-an siswa yang diperbolehkan hadir. Semua siswa itu juga telah mendapat persetujuan dari orang tua.

SMAN 9 di Jalan Borobudur Malang. (Foto: Yoga Angga Pratama)

“Kami juga mewajibkan membuat surat persetujuan dari orang tua siswa. Kalau tidak ada persetujuan juga tidak apa apa, bisa tetap mengikuti secara Daring,” katanya.

Untuk itu, penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat, seperti menjaga jarak antar siswa, wajib mengenakan masker dan faceshield, serta mencuci tangan.

Sistem pembelajarannya pun dilakukan di dua ruangan berbeda, tapi terhubung dengan proyektor yang sama.

Sri berharap kegiatan belajar secara tatap muka bisa berlangsung sepenuhnya. Menurutnya, pembelajaran tatap muka selalu melihat perkembangan penularan covid-19 di Kota Malang.