Sjaichul Ghulam: Sinergi Lintas Sektoral di Kabupaten Malang Sudah Kuat

Malang Raya

NOTULA – Meski hanya menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) selama 71 hari (26 September-5 Desember 2020), Sjaichul Ghulam mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Malang.

Demikian diungkapkan Bupati Malang, HM Sanusi MM, pada lepas sambut bupati Malang, di Pendopo Agung, Minggu (6/12/20) malam. “Bahkan di tengah pandemi Covid-19, antusiasme dan semangat membangun tetap dijalankan,” tuturnya.

Spirit seperti itu, sambung Sanusi, yang hendaknya menjadi pembelajaran dan jadi motivasi jajaran aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, agar memiliki totalitas dan loyalitas tinggi mengabdi ke masyarakat, bangsa dan negara terus ditingkatkan.

Sementara itu, Sjaichul mengaku banyak sekali pelajaran dan pengalaman berharga selama memimpin Kabupaten Malang. Sejak menjalankan amanah sebagai Pjs Bupati Malang, tentu ada beban dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan.

“Sejak di hari pertama sudah mendapat sambutan hangat dari jajaran Forkopimda maupun pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Itu yang membuat saya antusias dan bersemangat, serta optimis memberikan yang terbaik, meski dalam waktu yang singkat,” katanya.

Suasana guyub rukun, harmonis dan ramah dari masyarakat, sambung Abi -sapaan akrabnya-, juga sangat membantu mempermudah komunikasi serta koordinasi, sehingga tugas-tugas yang ada bisa dijalankan dengan mudah.

Dia juga menyorot mantabnya sinergitas dan kerjasama lintas sektoral di lingkungan Pemkab Malang yang telah terpatri kuat. “Sehingga saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar Pemkab Malang,” katanya lagi.

Keterbukaan dan Komunikasi
Sementara itu Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM, mewakili jajaran aparatur, mengaku senang dan bangga mendapat kesempatan bekerjasama dengan Sjaichul Ghulam yang dinilainya ramah dan cepat beradaptasi, baik di lingkup pemerintahan maupun lintas sektoral.

“Satu hari setelah dilantik, sebagai Pjs langsung menyempatkan meninjau dua kantor pemerintahan yang ada di Kabupaten Malang. Itu menunjukkan komitmen tinggi terhadap amanah. Dan, meski hanya 71 hari, namun pola kerja dan hubungan internal maupun eksternal terbentuk begitu cepat,” tutur Wahyu.

Semua itu, tambah dia, tak lepas dari inisiatif dan keterbukaan Pjs dalam hal koordinasi dan komunikasi. “Ini memudahkan kami menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara baik dan lancar. Pelajaran dan pengalaman berharga yang dapat dipetik dari Pjs adalah semangat menjalankan tugas dan kewajiban selama menjadi Pjs,” tutup Wahyu.