Siti Zuhro: Jangan Gara-gara E-KTP Pemilu Tidak Jurdil

Nasional

NOTULA – Dari perspektif politik ditemukannya KTP elektronik (E-KTP) yang tercecer dinilai mencurigakan. “Ada apa gerangan?” kata peneliti senior LIPI, Siti Zuhro, dalam diskusi bertajuk ‘Pilpres Jujur dan Adil, Ilusi atau Harapan?’, di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Pembicara lain dalam diskusi itu, diantaranya Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati, Wakil Direktur Data dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nur Iman Santoso, dan Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta.

Terakhir, E-KTP ditemukan tercecer di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Jumlahnya mencapai ribuan helai. “Dengan tercecernya E-KTP yang tidak cukup sekali dua kali, tentu menimbulkan pertanyaan,” tegas Siti Zuhro.

Menurutnya, kejadian ini jelas mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah, khususnya Kemendagri. “Ini harus dijelaskan. Mengapa ini? Jangan sampai Pilpres kita tidak jujur, tidak adil, hanya karena DPT,” tandasnya.

“Kita ini bangsa yang cerdas. Kalau DPT masih jadi masalah kita, berulang kali kita menumbuk pada tiang yang sama. Saya dorong Dukcapil untuk terus turun gunung,” seru Siti Zuhro.