Sinergi Anak Negeri: Malang Raya Harus Bersih dari Radikalisme dan Separatisme

Malang Raya

NOTULA – Gabungan organisasi pemuda dan mahasiswa se Malang Raya yang tergabung dalam Sinergi Anak Negeri Se-Malang Raya (SANMR) berkomitmen menangkal gerakan radikalisme dan separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian pernyataan sikap SANMR yang terdiri dari Kelompok Cipayung, seperti HMI, GMNI, PMII, Banser , GP Ansor, Pemuda Pancasila, GM FKPPI, Aremania, serta Putra Putri Duta Pancasila, hadir pula perwakilan mahasiswa Papua di Malang, serta elemen media se-Malang Raya, di Hall Jalan Besar Ijen No 90—92 Kota Malang.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan masing-masing perwakilan, ditegaskan NKRI adalah karya besar perjuangan anak anak bangsa yang berhasil diperoleh dari bersatunya segala perbedaan agama, suku dan ras yang tumbuh lahir di Indonesia.

“NKRI adalah karya nyata perdamaian dari para pejuang pejuang dari Sabang-Merauke yang menanggalkan semua ego serta dominasi kelompok tertentu, meski terpisah laut dan darat, terpisah antar pulau dan kekayaan yang beragam, tapi mereka tunjukan jiwa besarnya bersatu dalam Indonesia,” tegas Kasatkorcab Banser, M Chilmi Wildan, dalam rilis yang diterima redaksi.

NKRI, lanjut pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan GP Ansor, adalah komitmen besar semua anak bangsa untuk tetap menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dengan tetap hormat menghormati dan menjunjung tinggi nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara Azizah Zamzam, perwakilan PMII Kabupaten Malang, menegaskan, NKRI adalah cita cita segenap kehidupan bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

“Bagi kami pemuda dan pemudi Indonesia, NKRI itu final, tetap dipertahankan dan jangan ditawar- tawar. NKRI Harga Mati. Jika saat ini muncul hasutan, ujaran kebencian, gerakan yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, pemuda dan pemudi bersama rakyat serta TNI Polri siap menghadapinya,” kata aktifis perempuan muda ini.

Sedang Rio Zhanuar didampingi Ferry Panca dari Generasi Muda FKPPI, menegaskan, pemuda dan pemudi Indonesia dari SANMR mengajak semua komponen bangsa serta pemerintah, aktif membangun solidaritas persatuan dan kesatuan.

Azis Sudrajat, Ketua DPC GMNI Malang Raya, mengajak semua anak bangsa mempererat tali persaudaraan antar suku agama dan ras.

“Siapapun yang menyokong dan berbuat radikalis dan separatis terhadap bumi pertiwi, kami pemuda dan pemudi Indonesia di wilayah Malang Raya siap menghadapinya. Bumi Arema harus bersih dari radikalisme dan separatisme,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan Pemuda Pancasila Kota dan Kabupaten Malang, mengajak semua pihak merekatkan persaudaraan kebangsaan. “Kita bersama saudara kita dari Papua sebagai bagian anak bangsa NKRI, kita majukan bersama tanah Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI, kita cintai Papua sebagai saudara kandung NKRI,” tegasnya.

Di akhir pernyataan sikap, SANMR meminta agar diberi keleluasaan hak dan akses bagi saudara dari Papua untuk bekerja, berkarya dan berprestasi bagi Merah Putih, untuk Pancasila dan NKRI.

“Mari bersama kita jaga indahnya Bhinneka Tunggal Ika. Hanya Bendera Merah Putih yang berkibar di Bumi Pertiwi. Salam Bhinneka Tunggal Ika, salam Pancasila, salam NKRI Harga Mati,” bunyi pernyataan sikap yang diakhiri oleh perwakilan Banser Kota Malang.

Pada kesempatan itu juga disampaikan ikrar Duta Pancasila yang dibacakan enam perwakilan Duta Pancasila Malang Raya, selain juga dibacakan teks Pancasila oleh mahasiswa asli Papua di Malang, Fernando David Iggesi dari Teluk Wondama, juga orasi kebangsaan oleh tokoh masyarakat Arema, Ovan Tobing, dan pernyataan dari mahasiswa Papua oleh Musa Nehemia Kurube, asal Teluk Wondama, yang tengah studi di STIA Malang.