Silaturahmi Idul Fitri Jokowi ke Megawati

Nasional

NOTULA – Spekulasi terkait kunjungan Lebaran Presiden Joko Widodo ke kediaman Ketua Umum DPP PDIP, Megawati, terjawab sudah. Dan silaturahmi Idul Fitri sudah dilakukan secara fisik.

Spekulasi publik bisa dimengerti, karena santer berhembus ada ketidakharmonisan di antara Jokowi dan Megawati, sekalipun PDIP merupakan pendukung utama untuk menjadi presiden dua periode.

Spekulasi itu dibenarkan pengamat politik Ujang Komarudin. Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat Jokwoi kurang dekat dengan Megawati. Salah satunya tidak diturutinya kemauan Jokowi untuk jabatan tiga periode.

“Kelihatannya ada hubungan yang tak baik. Misalnya soal Jokowi 3 periode, Megawati menolak. Sedangkan Jokowi, kita tahu lah,” tutur Ujang, seperti dikutip dari rmol.id, Minggu (8/5/22).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu, perasaan hati Jokowi tidak bisa terhindarkan dari sikapnya terhadap Megawati. Sehingga memilih menghindar dengan cara yang elegan.

“Mungkin sedang ada ganjalan di hati Jokowi, sehingga Megawati secara fisik tak didahulukan. Biasanya kalau hubungannya nyaman, pasti silaturahminya diutaman dan didahulukan,” tutupnya.

Keperluan Lain

Sementara itu, silaturahmi secara fisik Jokowi ke kediaman Megawati setelah sepekan Idul Fitri berlalu dinilai biasa saja dan. Mungkin saja karena ada keperluan lain.

Momen pertemuan Jokowi dan Megawati sendiri diunggah Ketua DPR RI, Puan Maharani, pada Sabtu (7/5/22).

Menyikapi itu, pengamat politik Hendri Satrio berpendapat, keliru jika terlambatnya kunjungan Jokowi itu disebabkan hubungan keduanya tengah renggang.

Bagi Hendri, bagaimanapun Jokowi akan hormat pada Megawati, yang selama ini selalu memberi dukungan sampai bisa menjadi presiden dua periode.

“Ya enggak juga (kalau disebut renggang), sowan ke Megawati itu tandanya Jokowi masih respek sama Megawati,” kata Hendri.

Penggagas lembaga survei KedaiKOPI itu meyakini, Jokowi terlambat silaturahmi Lebaran ke Megawati lantaran kesibukan lain yang perlu ditangani sebelum bertemu Megawati.

“Ini masalah waktu aja, kan silaturahmi selama Syawal diperbolehkan, jadi enggak masalah sih sebenarnya, mungkin Jokowi ada keperluan lain dulu kali ya, baru kemudian ketemu Bu Mega,” pungkasnya.