NOTULA – Politisi senior, Permadi, diagendakan dipanggil penyidik polisi, Rabu (15/5) siang ini, untuk diperiksa terkait ucapannya yang menyebut kata ‘revolusi’.

Pemanggilan itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, terkait UU ITE yang dilakukan Permadi sebagai terlapor.

“Ada laporan di Polda Metro Jaya yang berkaitan dengan UU ITE, surat pemanggilan sudah dilayangkan Krimsus pada 11 Mei 2019,” jelas Kombes Argo, di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5).

Permadi akan diperiksa penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. “Hari ini dilakukan pemeriksaan atau klarifikasi terkait laporan itu. Kita tunggu saja,” tambahnya.

Seperti diketahui, Permadi dilaporkan seorang pengacara bernama Fajri ke Polda Metro Jaya, Kamis (9/5). Dia dipolisikan setelah menyebutkan kata ‘revolusi’ yang terekam dalam video dan viral di media sosial.

Seperti dikutip dari rmol.co, laporan itu bermula dari unggahan video di Youtube. Video itu pun menjadi bukti bagi Fajri untuk melaporkan politisi Partai Gerindra itu.

Permadi juga kembali dilaporkan dua pelapor pada Jumat (10/5) ke Polda Metro Jaya terkait ucapannya yang menyebut kata ‘revolusi’. Pelapornya adalah politisi PDIP, Stefanus Asat Gusma dan Josua Viktor, Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta.

Laporan Stefanus diterima polisi dalam nomor laporan LP/2885/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, sementara laporan Josua diterima polisi dalam nomor laporan LP/2890/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

Pada kedua laporan itu Permadi diduga telah melanggar Pasal dugaan makar yang masuk dalam Pasal 107 KUHP dan Pasal 110 KUJP junto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 junto Pasal 16 UU 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.