Sepanjang 2018 KPK Tangani 152 Kasus Suap, Kebanyakan Melibatkan Anggota Legislatif

Nasional

NOTULA – Penerimaan dan pemberian suap menjadi kasus yang paling banyak ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) pada sepanjang 2018.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam Laporan Capaian dan Kinerja KPK di Tahun 2018, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12).

“Kasus suap ada 152 perkara, diikuti pengadaan barang/jasa sebanyak 17 perkara. Serta TPPU (tindak pidana pencucian uang) sebanyak enam perkara,” jelasnya.

Dari ratusan kasus itu, berdasarkan tingkat jabatan, unsur legislatif menjadi mayoritas pelakunya.

“Ada 91 perkara yang melibatkan anggota DPR/DPRD, dan 50 perkara melibatkan swasta. Dan terdapat 20 perkara lainnya yang melibatkan pejabat eselon satu hingga empat,” papar Saut.

Selain itu, sebanyak 28 perkara melibatkan unsur kepala daerah, baik tingkat satu maupun tingkat dua.

“Dua puluh sembilan kepala daerah diantaranya masih aktif, dan dua lainnya mantan kepala daerah,” demikian Saut.