Semua Kasus Habib Rizieq Diambilalih Bareskrim

Nasional

NOTULA – Karena pertimbangan efektifitas, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri kini mengambilalih penanganan seluruh perkara yang menyangkut Habib Rizieq Shihab.

Perkara yang dimaksud adalah soal kerumunan massa hingga mengabaikan protokol kesehatan yang terjadi di Petamburan, Jakarta, yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya, dan kerumunan di Megamendung, Bogor, yang ditangani Polda Jawa Barat.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, seluruh kasus itu kini telah diamil alih. Pertimbanganya, kata Andi, untuk efektifitas proses penyidikan, mengingat TKP yang berbeda wilayah.

“Locus tempusnya kan berebda. Ada di masing-masing wilayah, supaya efektif akhirnya ditarik penanganannya ke Bareskrim,” kata Andi Rian, kepada wartawan, Jumat (18/12).

Dia juga menambahkan, pihaknya tidak mengeluarkan Sprindik (surat perintah penyidikan) baru, hanya melanjutkan apa yang telah berjalan di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

“Kita buat Sprin (surat perintah) petugas yang baru aja. Petugasnya komposisinya tetap melibatkan wilayah,” tandas Andi.

Soal penahanan Habib Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya selama 20 hari mulai tanggal 12 hingga 20 Desember 2020, Andi mengatakan, masih dibahas secara teknis oleh Polda Metro Jaya.

“Saat ini, hal itu yang masih dibicarakan di Polda Metro Jaya. Teknisnya, masih proses rapat,” tambahnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Shihab ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya atas kasus kerumunan massa, selain itu Imam Besar FPI ini juga dijerat pasal penghasutan. Penyidik Subdit 1 Kamneg menjeral dengan pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan 216 KUHP ancaman empat bulan.