Selain Dua Kapolda Dicopot, Mahfud MD Juga Perlu Dievaluasi

Nasional

NOTULA – Setelah dua Kapolda dicopot, desakan agar Presiden Joko Widodo juga mencopot Menko Polhukam, Mahfud MD, mulai bermunculan.

Seperti diketahui, pencopotan terhadap dua kapolda karena membiarkan kerumunan massa di serangkaian acara kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Menyikapi itu, pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, menilai, Mahfud MD juga layak dipecat, lantaran menjadi orang pertama yang memberi lampu hijau terjadinya kerumunan massa.

Dalam hal ini, Mahfud sempat mempersilakan para pendukung Habib Rizieq untuk menjemput ke Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November lalu. Buntutnya, kerumunan massa terjadi, dan sejumlah keberangkatan pesawat menjadi tertunda.

“Ini kan dadakan. Padahal Menko Polhukam sudah memberi lampu hijau, mestinya kalau Kapolda salah, maka yang harus tanggung jawab Kapolri, bahkan Menko Polhukam,” tuturnya, seperti dikutip dari RMOL.id, Selasa (17/11).

Saiful Anam juga menilai, Presiden Joko Widodo sudah layak mengevaluasi Mahfud MD, karena kerap berseberangan dengan visinya.

“Menko Polhukam Mahfud MD juga harus dievaluasi oleh Jokowi, karena statementnya yang sering berseberangan dengan langkah yang diinginkan Jokowi,” pungkasnya.