Sekolah Belum Buka, Penjual Ayam Warna-Warni Terdampak

Ekbis

NOTULA – Pendapatan melorot tajam karena pandemi Covid-19, penjual ayam warna-warni yang biasa berjualan di sekolah-sekolah, kini keliling, karena sekolah belum juga beroperasi.

Sukri, seorang penjual ayam warna-warni, mengatakan, sebelum ada Covid dia biasa berjualan di sekolah-sekolah, seperti taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).

Kini Sukri harus memutar otak dan akhirnya menjajakan dagangan keliling kampung. Minimnya pendapatan dikeluhkan penjual ayam warna-warni asal Arjosari ini.

“Pendapatan memang turun drastis, kalau jualan di sekolahan, satu hari saya bisa dapat Rp. 50.000,00 – Rp 75.000,00, sekarang ndak bisa, gak ada sekolah buka, sekarang paling banyak Rp. 30.000,00,” tuturnya, sembari menatap lalu-lalang kendaran di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (26/10/2020).

Sebelum wabah Covid, sambung dia lagi, ayam warna-warni miliknya bisa terjual lebih dari 100 ekor. Saat ini paling banyak 50 ekor.

Ayam warna-warni Sukri dibanderol dengan harga Rp 5.000,00 per ekor. Ia mengaku disuplai dari Wonokoyo, Kendungkandang, Kota Malang.