Sejak Zaman VOC Oligarki Sudah Mengancam Eksistensi Pribumi

Nasional

NOTULA – Oligarki bukan hal baru di Indonesia. Menurut mantan anggota KPU RI, Edwin H Sukowati, oligarki sudah mengancam pribumi sejak zaman penjajahan, disebut kolonial.

Edwin menegaskan, kolonial merupakan anak kandung dari sebuah perusahaan yang memakai sistem kapitalisme, sehingga menciptakan oligarki yang sangat kuat.

“Akhirnya timbul pertanyaan, kapan Indonesia dijajah Belanda? Tidak pernah. Tang menjajah Indonesia itu VOC, perusahaan terbesar di Belanda,” katanya, dalam diskusi bertajuk “Priboemi: Bangkit atau Punah”, diselenggarakan Presidium Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia, Rabu (27/4/22).

Sementara itu, Dewan Pembina DPP Demokrat Periode 2015-2020, Prof Dr Acmad Mubarok, mengaku pernah ditawari uang ratusan miliaran rupiah dari para oligarki agar mengusung calon yang dipastikan kalah saat Pilkada DKI 2017 lalu.

“Ketika Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, saya pernah ditawari uang lima ratus miliar rupiah untuk saya pribadi dan tujuh triliun rupiah untuk partai,” paparnya.

Sebab itu, sambung dia seperti dikutip dari rmol.id, belajar dari kejadian yang ia alami, ia membenarkan bahwa praktik oligarki sudah merambah ke berbagai lini.

“Keterlibatan oligarki dalam menentukan sosok-sosok yang diusung sebagai calon pemimpin di semua tingkatan wilayah, bahkan presiden, memang ada,” kata mantan Wakil Ketua Umum Demokrat era Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Selain Mubarok dan Edwin, hadir juga sejumlah tokoh dalam diskusi tersebut, di antaranya mantan Menteri Kehutanan, MS Kaban, Budayawan Ridwan Saidi, Hatta Taliwang dan sejumlah lainnya.