Sebulan Terakhir Kasus Aktif Covid-19 Melonjak Dua Kali Lipat

Kesehatan

NOTULA – Selama sebulan terakhir, laju peningkatan kasus positif aktif Covid-19 mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Tepatnya periode November dan Desember.

“Betul, kasus aktif meningkat dua kali lipat, dari 54.804 menjadi 103.239 hanya dalam waktu satu bulan,” tutur jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, melalui siaran pers, Sabtu (26/12/20).

Dia juga mengungkapkan, sebab dari kenaikan kasus itu dikarenakan sejumlah faktor alamiah dan scientific yang terjadi di lapangan.

Di antaranya sejalan dengan penularan yang semakin cepat, bertambahnya daerah yang tidak patuh dengan protokol kesehatan, penambahan jumlah testing dan momentum libur panjang.

“Kenaikan kasus aktif semakin lama semakin cepat. Ini yang perlu diwaspadai. Libur panjang selalu memicu kasus baru dalam jumlah besar, demikian juga kepatuhan protokol kesehatan yang kendor,” bebernya.

Menurut analisa data Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, kenaikan kasus aktif pada periode November dan Desember jauh lebih tinggi dibanding periode Maret hingga Juli. Pada periode itu, kasus aktif meningkat dari 1.107 kasus menjadi 37.342.

“Butuh waktu 4 bulan. Peningkatan kasus aktif ini juga diikuti peningkatan testing mingguan hingga 50 persen. Pada periode ini, peningkatan dibarengi even libur panjang Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020,” jelas Wiku.

Bahkan, jika dibanding dengan Agustus hingga Oktober, kasus aktif meningkat dari 39.354 menjadi 66.578 kasus, hanya dalam waktu 2 bulan. Testing mingguan pada periode ini meningkat 40 persen, dan jumlah daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat dari 28,57 persen menjadi 37,12 persen.

“Pada periode ini terjadi even libur panjang 17, 20 hingga 23 Agustus 2020,” sambung Wiku, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari RMOL.id.

Karena itu, akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menyatakan, kenaikan tertinggi dalam waktu tersingkat terjadi pada periode November hingga Desember. Kasus aktif meningkat 2 kali lipat.

“Dibarengi peningkatan testing yang lebih rendah dari sebelumnya, yakni 30 persen. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan meningkat 48,01 persen,” ungkapnya.

“Di periode ini kita sempat melewati even libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020,” pungkasnya.