Sebelum Lihat Kuburannya, KPK Anggap Harun Masiku Masih Hidup

Nasional

NOTULA – Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meyakini, salah satu buronannya, Harun Masiku, hingga kini masih hidup.

Pelaksana harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan itu, menanggapi rumor yang beredar bahwa mantan calon legislatif PDIP itu sudah meninggal dunia.

Seperti diketahui, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota Fraksi PDIP DPR RI Dapil 1 Sumatera Selatan.

“Meninggal dunia atau tidak, selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, kuburannya di mana, kami menganggap yang bersangkutan masih hidup,” jelas Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/21) malam.

Diberitakan sebelumnya, Harun Masiku sendiri ditetapkan sebagai tersangka yang juga menjerat Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU, dan dua kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri pada 9 Januari 2020.

Harun sendiri merupakan tersangka sekaligus saksi kunci terkait sumber uang suap yang digunakan untuk menyuap Wahyu Setiawan, mantan Komisioner KPU RI.

Sebelumnya beredar kabar Harun Masiku sudah meninggal dunia. Kabar itu disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, yang mengaku mendapat data dari pensiunan intelijen.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menegaskan, pihaknya belum mendapat info bahwa Harun Masiku telah meninggal dunia.

“Sejauh ini belum dapat informasi bahwa bersangkutan meninggal dunia,” jelas Ali, seperti dikutip dari RMOL.id.

Ali Fikri tidak merespon saat dikorek soal perkembangan upaya KPK menangkap Harun agar bisa segera diadili di Pengadilan Tinggi Pidana Korupsi (Tipikor) seperti tiga tersangka lainnya.

Diduga Disembunyikan
KPK sendiri mengaku masih bertanggung jawab atas buronnya Harun Masiku yang sudah satu tahun lamanya.

“Nah apakah disembunyikan atau bersembunyi, itu upaya yang akan dilakukan para penyidik untuk mencari, menelusuri keberadaan dari HM (Harun Masiku)” tukas Setyo Budianto.

“Ini salah satu tanggung jawab yang harus kami selesaikan, kami tuntaskan, ya ini utang penyidik yang harus bisa dibayar dengan cara melakukan penangkapan,” pungkas Setyo.