NOTULA- Kepolisian harus menimbang secara matang sebelum memeriksa dugaan penistaan agama yang dialamatkan kepada filsuf Universitas Indonesia, Rocky Gerung.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mujahid. Dia bahkan meminta Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini untuk berkonsultasi dengan pemuka agama terlebih dahulu.

“Sebelum menduga ada penistaan, pemeriksaan polisi harusnya minta pendapat kepada MUI atau Ormas keagamaan lain,” pinta Sodik, seperti dikutip dari rmol.co, di Jakarta, Rabu (30/1) malam.

Itu untuk memastikan bahwa pernyataan Rocky Gerung dapat dikategorikan penistaan agama atau tidak. Baginya, yang mumpuni untuk menilai pernyataan Rocky adalah pemuka agama.

“Apakah pernyataan itu termasuk pelecehan agama atau bukan. Karena itu perlu polisi konsul ke MUI dan Ormas keagamaan untuk membahas hal itu,” katanya lagi.

Dia juga meminta aparat penegak hukum memastikan hukum berdiri tegak, baik itu untuk pendukung pemerintah maupun mereka yang berada di barisan oposisi. “Prinsipnya, hukum harus tegak untuk siapa saja tanpa kecuali, baik petahana maupun oposisi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, hari ini Rocky dipanggil sebagai saksi terlapor kasus dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataannya yang menyebut kitab suci adalah fiksi, dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC) TVOne pada 10 April 2018.