Sebaiknya Hoax Masuk Tindak Pidana Khusus

Nasional

NOTULA – Saat ini publik makin kerap dihadapkan dengan permasalahan banyaknya kasus korupsi oleh pejabat, juga informasi bohong alias hoax yang beredar luas di media sosial.

Menyikapi itu, perlu perlakuan khusus terhadap penyebar hoax, agar merasa jera. Salah satunya dengan mengkategorikan dalam extra ordirnary crime atau tindak pidana khusus.

“Hoax dan korupsi sama-sama parahnya, karena itu saya usul hoax masuk ke extra ordinary crime, harus jadi tindak pidana khusus. Karena dampaknya begitu luas, hoax sudah menimbulkan keresahan sosial,” jelas pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, dalam diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta, Senin (7/1).

Bahkan karena hoax, saat ini masyarakat yang tengah menghadapi Pemilu 2019 mudah tergesek dan bahkan bisa berujung konflik hingga merugikan satu dengan yang lain.

Dengan perlakuan khusus, diharapkan penyebar hoax mampu mengalami efek jera dan tidak mengulanginya lagi karena ini benar-benar merugikan masyarakat.

“Bisa resah ke masyarakat akhirnya jadi timbul gesekan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, harus ditangani serius, begitu juga dengan korupsi yang merugikan banyak orang juga. Jadi kalau ditanya sama-sama parah,” papar Karyono.