NOTULA – Pasangan Prabowo-Sandi tidak pro khilafah. Demikian pesan yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebelum Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 97/4) kemarin.

Demikian diungkapkan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/4).

“Di dalam pesan SBY, justru dia (SBY) meluruskan, bahwa Prabowo bukan yang pro pada khilafah,” katanya.

Surat itu, sambung Hinca, sebatas mengingatkan agar Prabowo menjaga keberagaman dalam melakukan kampanye, dengan menonjolkan sisi kebangsaan.

Demokrat tidak setuju adanya politik identitas, karena partainya menempatkan nasionalis-religius dalam langkah politik partai.

“Itulah pesan yang disampaikan SBY kepada Capres ini (Prabowo), termasuk tidak boleh menuduhkan kepada pasangan tertentu seperti tidak Pancasila atau khilafah gitu,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

-Akhiri Tuduhan Luhut dan Hendro-
Seperti pernah diberitakan, dua tokoh militer di lingkaran petahana Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan dan AM Hendropriyono, pernah menggiring opini seolah Paslon 02 Prabowo-Sandi ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah.

Menurut politisi Partai Demokrat, Andi Arief, surat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, terkait kampanye akbar Prabowo-Sandi, di Gelora Bung Karno, justru untuk mengakhiri tuduhan Luhut dan Hendro itu.

“Surat SBY itu cara ampuh untuk mengakhiri tuduhan Pak Luhut dan Pak Hendro yang kerap menyatakan bahwa 02 adalah khilafah,” kata Andi Arief, Senin (8/4).

Di sisi lain, Andi Arief tidak tahu bagaimana sikap Jokowi membantah tuduhan bahwa kubu 01 memperdagangkan Pancasila eksklusif.

“Saya tidak tahu bagaimana Pak Jokowi bisa membuktikan bahwa 01 tidak menjual Pancasila eksklusif sebagai dagangan Pilpres,” pungkasnya.

SBY berkirim surat kepada tiga petinggi Partai Demokrat, yakni Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan dan Sekjen Hinca Pandjaitan pada 6 April 2019, sehari sebelum kampanye akbar berlangsung.

Isinya antara lain meminta pada ketiga petinggi partai itu untuk dapat memberikan saran kepada Prabowo Subianto, Capres yang diusung Partai Demokrat, agar tetap mencerminkan inklusifitas, Indonesia untuk semua. Juga mencerminkan kebhinnekaan atau kemajemukan dan persatuan.

Menurut Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan, surat SBY tersebut telah dijalankan dengan baik oleh Prabowo dan Sandi termasuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.