Satgas Covid-19 Pasang Target 100 Persen Kesembuhan pada 2021

Nasional

NOTULA – Memasuki 2021, upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 semakin dimaksimalkan. Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memastikan, pihaknya memasang target 100 persen angka kesembuhan.

“Ke depan, kita harus mencapai target 100 persen kesembuhan dan menekan angka kematian,” tegas Wiku, seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (1/1/21).

Dijelaskan, berdasar data yang ada, diungkapkan, kasus positif, kasus aktif, kasus sembuh dan kasus meninggal masih mengalami peningakatan.

Kasus positif tercatat masih ada peningkaatan signifikan, yakni 735.124 pada 30 Desember 2020. Sementara, data per 31 Desember 2020 menunjukan total kasus positif sudah 743.198.

Selanjutnya, untuk angka kematian juga masih meningkat. Per 30 Desember 2020 mencapai 21.944, sedangkan pada 31 Desember bertambah menjadi 22.138.

Untuk angka kesembuhan, pada 30 Desember 2020 masih berada di kisaran 603.741, menjadi 611.097 pada 31 Desember. Sedangkan angka kasus aktif, dari 30 Desember 2020 sejumlah 109.439 menjadi 109.963 pada 31 Desember.

“Untuk perkembangan kasus aktif tingkat kabupaten/kota, sangat bervariasi. Ada 27 kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian, karena memiliki kasus aktif lebih dari 1000 kasus,” ungkap Wiku, seperti dikutip dari RMOL.id.

Sedangkan untuk kapasitas testing (pemeriksaan) pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan. Meski angkanya cenderung terlihat fluktuatif. Namun Indonesia, kata Wiku, pernah meraih pencapain angka testing tertinggi sebesar 96,35 persen dari target yang direkomendasikan World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia/WHO).

“Namun di minggu ini, turun menjadi 83,31 persen. Pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kinerja ini,” jelas Wiku.

Untuk pergerakan zonasi risiko tingkat kabupaten/kota, pergeserannya kata Wiku, lebih kearah zona oranye atau risiko sedang dalam beberapa Minggu terakhir ini.

Pada zona merah atau risiko tinggi cenderung fluktuatif, dan zona hijau daerah yang tidak terdampak dan tidak ada kasus baru jumlahnya semakin sedikit.

“Sebanyak 44 kabupaten/kota telah berada dalam zona oranye selam 16 minggu berturut-turut (6 September – 27 Desember). Sedangkan 16 kabupaten/kota berada di zona merah selama 4 berturut-turut minggu (6 – 27 Desember),” ungkap Wiku.

“Kita berharap di bulan ke-11 (Januari 2021), kita bisa melakukan gebrakan dimana zonasi dapat berubah cendrung ke zona hijau. Kita sudah banyak belajar selama 10 bulan. Sehingga tidak ada yang tidak mungkin, yaitu menurunkan risiko agar Indonesia didominasi zona yang lebih aman,” pungkasnya.