Satgas Covid-19: Ibadah Umrah Menyesuaikan Kondisi Pandemi

Nasional

NOTULA – Penyelenggaraan ibadah umrah harus merujuk Keputusan Menteri Agama No 719/2020 sebagai pedoman penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.

Demikian diingatkan Satgas Penanganan Covid-19, menyusul pengumuman pemerintah Arab Saudi yang kembali membuka ibadah umrah 2020.

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menjelaskan,semua calon Jemaah harus patuh terhadap protokol Kesehatan, sejak sebelum, saat, dan setelah kembali ke Tanah Air.

Penyelenggara perjalanan ibadah umrah juga harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah, kuota pemberangkatan, dan pelaporan keberangkatan, kedatangan, sampai kepulangan calon jemaah.

“Regulasi ini disusun untuk memberikan perlindungan bagi jemaah umrah, sesuai amanat UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi,” jeelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (6/11).

Ia juga mengatakan, penularan virus corona bisa dicegah dengan mematuhi protokol kesehatan 3M dan arahan petugas umrah di lapangan. Satgas Covid-19 mengimbau kepada jemaah yang kembali ke Indonesia untuk menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri, untuk meminimalkan penularan.

“Kita harus ingat, penerapan protokol kesehatan efektif menurunkan risiko penularan Covid-19. Hal ini mengingatkan kita bahwa nilai gotong-royong dalam kolaborasi pentahelix menentukan kesuksesan penanganan Covid-19,” demikian Wiku, seperti dikutip dari RMOL.id.