NOTULA – Saat ini sejumlah dokumen sudah disiapkan tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk dimasukkan dalam gugatan hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami telah menyiapkan beberapa dokumen,” jelas calon wakil presiden, Sandiaga Uno, di Masjid At Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (24/5).

Upaya menggugat ke MK, kata Sandi, dilakukan untuk menunjukkan kebenaran, bukan dilatarbelakangi hasrat politik kekuasaan.

Terlebih, kata Sandi lagi, banyak masyarakat yang sudah terlanjur kecewa dengan berbagai macam dugaan kecurangan pada Pemilu.

“Jadi, insya Allah penyimpangan-penyimpangan yang kemarin disuarakan masyarakat, kekecewaan yang disampaikan, bisa tersalurkan melalui proses yang akan kami tempuh di MK,” kata dia, seperti dikutip dari rmol.co.

Sandi berharap para pendukung dan relawan Prabowo-Sandi untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum, selama proses gugatan di MK.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk sabar menanti proses-proses masuknya gugatan ini ke MK,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Jurubicara BPN, Andre Rosiade, mengatakan, pelaporan akan dipimpin advokat senior yang juga mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto (BW).

“Tim kuasa hukum berangkat ke MK jam 20.30 malam ini, diketuai BW,” tutur Andre kepada wartawan.

Andre juga mengatakan, tim kuasa hukum BPN beranggotakan delapan advokat yang dipilih tim BPN. Soal nama belum dubuka.

Sementara itu, Andre juga belum bisa memastikan apakah Prabowo dan Sandi akan turut ikut adalam pelaporan nanti.

“Saya belum tahu apakah Pak Prabowo dan Pak Sandi mau ikut,” pungkasnya.