Sandi: Jalan Ini Kami Tempuh, karena Pelaksanaan Pemilu tidak Jurdil

NOTULA – Secara resmi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengajukan sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (25/5) malam. Cawapres Sandiaga Uno mengatakan, langkah itu ditempuh untuk mengobati kekecewaan rakyat atas penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.

“Hari ini kami, Prabowo-Sandi mengajukan gugatan secara resmi melalui MK. Jalan ini kami tempuh sebagai bentuk tuntutan dari masyarakat, tuntutan rakyat Indonesia atas kekecewaan dan keprihatinan terhadap pelaksanaan Pemilu,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/5) malam.

Dia menambahkan, pelaksanaan pesta demokrasi yang baru saja dilalui tidak berjalan sebagai mana mestinya, tercermin dari banyaknya laporan terkait ketidakadilan baik, sebelum, sesudah maupun setelah hari pencoblosan 17 April.

“Sangat sulit mengatakan bahwa Pemilu kita sudah berjalan baik, jujur dan adil. Kami mendapatkan berbagai laporan dari anggota masyarakat yang melihat dengan mata kepala sendiri dan mengalami banyak ketidakadilan yang terjadi selama pelaksaan Pemilu kemarin,” jelasnya.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu juga menegaskan, sikap rakyat Indonesia sangat jelas, yaitu ingin berkontribusi dalam menentukan nasib bangsa dan negara.

“Rakyat sangat bersemangat, karena ingin memperbaiki kesejahteraan mereka sehari-hari yang sampai sekarang dirasakan semakin sulit,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebab itu dia berharap proses demokrasi yang kini masuk tahap sengketa Pemilu, dapat mewujudkan kehendak rakyat yang menginginkan perubahan itu.

Sebelumnya, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi yang dipimpin Bambang Widjojanto dan Hashim Djojohadikusumo secara resmi mengajukan gugatan ke MK. Tim itu diperkuat sekitar 8 lawyer.