NOTULA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menolak penetapan hasil rekapitulasi suara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Penolakan disampaikan dua saksi BPN pada pleno penetapan rekapitulasi suara Pilpres di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5) dini hari.

“Kami, saya, Aziz Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto, saksi dari BPN, menyatakan menolak hasil Pilpres yang diumumkan,” tegasnya.

Penolakan itu, tegas Aziz, bukan tanpa sebab, dan berdasarkan sejumlah alasan, termasuk adanya ketidakadilan dalam proses Pilpres.

“Ini moral kami, tidak akan menyerah melawan ketidakadilan, kesewenang-wenangan, melawan kebohongan dan yang menciderai demokrasi,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU menetapkan rekapitulasi suara Pilpres, dengan suara sah nasional mencapai 154.257.601. Dari jumlah itu, Paslon 01 Jokowi-Maruf Amin mendapat perolehan suara sebesar 55.50 persen.

“Jumlah suara sah Paslon Capres-Cawapres nomor urut 01 saudara Ir H Joko Widodo-Prof Dr KH Maruf Amin sebanyak 85.607.362, atau 55.50 persen dari total suara sah nasional,” tutur Komisioner KPU RI, Evi Novida, saat mengumumkan penetepan.

Sementara itu, Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno mendapat perolehan suara sebesar 45.50 persen.

“Jumlah suara sah Paslon Capres Cawapres nomor urut 02 sebanyak 68.650.239 atau 44.50 persen dari total suara sah nasional,” imbuhnya.