Saiful Anam: Bongkar Semua, atau Siap-siap Hukuman Mati

Nasional

NOTULA – Jika tidak ingin dijerat pasal pidana hukuman mati, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara disarankan untuk mengajukan sebagai justice collaborator (JC).

Usulan itu disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, yang menilai Mensos Juliari harus berani membongkar siapapun yang terlibat kasus dugaan suap Bansos Covid-19.

“Kalau tidak, ia sendiri yang akan menanggung akibatnya. Karena bukan tidak mungkin ia dikenai Pasal 2 Ayat (2) (UU 31/1999) yakni korupsi pada saat tertentu yang ancaman pidananya adalah hukuman mati,” tutur Saiful Anam, seperti dikutip dari RMOL.id, Senin (7/12/20).

Dia berpendapat, Juliari akan berpikir panjang untuk membongkar siapa saja yang terlibat. Apalagi, dia menduga ada kemungkinan petinggi PDIP juga terlibat.

“Saya kira kalau Juliari Batubara berpikir panjang, dia akan bongkar siapapun yang terlibat, apalagi dia kan Wakil Bendahara Umum PDIP, bukan tidak mungkin ada petinggi partai yang terlibat,” tegasnya.

Saiful meyakini, jika Juliari tidak berpikir jernih untuk mengajukan JC, dia akan mengalami kerugian bagi dirinya sendiri.

“Dia sendiri yang akan rugi kalau tidak mengajukan JC, KPK tentu menggunakan pasal hukuman mati terhadapnya, bila ia tidak ungkap semua yang terlibat melalui pengajuan JC,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19. Penetapan tersangka politisi PDIP itu merupakan tindak lanjut atas OTT yang dilakukan KPK, Jumat (5/12/20) malam.

KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Sebagai penerima JPB, MJS dan AW. Kemudian sebagai pemberi AIM dan HS. MJS dan AW diketahui merupakan pejabat pembuat komitmen di Kemensos. Sementara AIM dan HS merupakan pihak swasta.