Said Didu: NKRI Sedang Baik-baik Saja?

Nasional

NOTULA – Para tokoh nasional menyoroti kualitas demokrasi di era Presiden Joko Widodo. Mayoritas mengkritik kebebasan berpendapat yang dirasa mulai mengkhawatirkan.

Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M Said Didu, bahkan bertanya-tanya, apakah NKRI masih aman setelah sejumlah tokoh bangsa tidak tahu cara mengkritik dan ketakutan berpendapat.

Bahkan, seperti dikutip dari RMOL.id, ada juga di antara para tokoh itu yang dilaporkan atas tuduhan “mengada-ada”, dan tak jarang pula menjadi bulan-bulanan cemoohan para buzzer.

“Pak JK sudah tidak tahu cara mengkritik yang aman, Pak Kwik Kian Gie sudah ketakutan, Pak Din Syamsuddin seenaknya dicap radikal. Pak Rizal Ramli, Pak Sudjiwotedjo, dan Bu Susi Pudjiastuti jadi bulan-bulanan buzzerp dan banyak tokoh dibui karena mengkritik, apakah NKRI masih baik-baik saja?” tanya Said Didu lewat akun Twitter pribadi, Minggu (14/2/21).

Seperti diketahui, dalam sebuah acara PKS, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mempertanyakan cara mengkritik pemerintah yang aman, sehingga tidak dipanggil polisi. Pertanyaan itu muncul seiring ajakan Jokowi kepada rakyat untuk lebih kritis pada pemerintah.

Sementara Kwik Kian Gie secara gamblang menyatakan dirinya mengalami ketakutan yang belum pernah dirasakan sebelumnya saat hendak memberikan kritik pada pemerintah.

Bahkan Din Syamsuddin beberapa waktu lalu dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) oleh Gerakan Anti Radikal (GAR) ITB, atas tuduhan sebagai tokoh radikal.

Di jagad maya, kritik keras dari Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli selalu dikacaukan dengan serangan pribadi yang dilakukan para buzzer. Dia menyebut serangan buzzer itu sebagai upaya pembunuhan karakter para pengkritik.

Hal serupa dialami budayawan Sudjiwotedjo dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.