Saat Pemimpin Gagal Beri Solusi, Demokrasi Memungkinkan Pergantian Rezim Secara Cepat

Nasional

NOTULA – Di tengah ancaman krisis global yang berlarut-larut saat ini, pembunuhan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, merupakan bentuk awal kekerasan politik di negara demokrasi liberal.

Demikian dikatakan Ketua Partai Gelora, Anis Matta, terkait peristiwa penembakan Shinzo Abe, seperti dikemukakannya kepada rmol.id dan dikutip notulanews.com, Minggu (10/7/22).

Dia juga menyinggung peristiwa yang terjadi di Sri Lanka. Di mana ratusan ribu rakyat yang menggelar unjuk rasa berhasil memaksa presiden keluar dari singgasannya.

“Saat para pemimpin gagal memberikan solusi atas krisis ekonomi yang sangat membebani rakyat, maka sistem demokrasi memungkinkan pergantian rezim secara cepat, karena itu bagian dari daulat rakyat,” Anis Matta mengingatkan.

Menurutnya, bergugurannya rezim dalam sistem demokrasi akibat krisis global yang berlarut, merupakan fakta yang tak bisa dihindarkan dari sejarah. Sebab, suasana kebatinan publik sedang rusak berat akibat tekanan hidup dari krisis ekonomi.

“Mereka (rakyat) lantas frustrasi, marah, kecewa dan tidak percaya pada pemerintah. Sementara pemerintah menghadapi masalah yang sangat rumit dan kompleks,” imbuh Anis.

Dia juga mengingatkan, jika pemerintah negara-negara demokratis liberalis tidak memiliki hati nurani untuk mewadahi aspirasi rakyat, dikhawatirkan apa yang terjadi di dunia saat ini bakal terjadi juga di Indonesia.

“Jika tidak ada kanal konstitusi yg bisa mewadahi suasana jiwa publik yang rusak berat itu, maka dengan gampang situasi itu bisa berkembang menjadi kekerasan politik,” tutupnya.