Rocky Gerung: Sesungguhnya Ibu Rumah Tangga 24 Jam Terjebak Situasi Politik

NOTULA – Filsuf yang juga pengamat politik, Rocky Gerung, menegaskan, statistik terbaik dari ketidakadilan bisa dilihat dari pengalaman emak-emak setiap hari.

Pernyataan itu disampaikan Rocky Gerung saat berbicara pada sebuah talkshow, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Senin (4/2).

“Politik tak mungkin lagi dicegah hari ini, karena menyangkut pengetahuan dasar tentang keadilan. Dan hanya lewat emak-emak saya bisa menemukan statistik terbaik untuk ketidakadilan,” kata Rocky yang disambut gemuruh peserta talkshow yang banyak dihadiri perempuan itu.

Sesungguhnya ibu rumah tangga, kata Rocky, sepanjang 24 jam terjebak dalam situasi politik.

“Bisa enggak dana sekian bisa dibelikan telur? Bisa tidak dipakai buat makan siang-anak? Jadi kalau emak-emak bertanya tentang kenaikan harga telur, itu pun pertanyaan politik,” sergahnya.

Ibu rumah tangga, sambung dia lagi, juga tidak akan larut dalam pemberitaan pencitraan keberhasilan pemerintah. Justeru sebaliknya.

“Bacalah WA (whatsapp) emak-emak, kalau ada tol adalah kesuksesan rezim, itu hanya pameran sukses pemerintah, ngga ada gunanya bagi emak-emak,” selorohnya, seperti dikutip dari rmol.co.

“Jakarta-Solo hanya 6 jam lewat tol. Tapi dalam 6 jam berapa banyak Warteg yang tak berpenghasilan, berapa banyak telur asin yang tak lagi dibeli. Sehingga emak-emak kehilangan pendapatan. Berapa banyak koperasi batik milik emak-emak yang tak lagi disinggahi (karena semua lewat tol)? Ini semua kan pertanyaan politik yang perlu argumentasi,” pungkas Rocky disambut tepuk riuh hadirin.