Rizal Ramli: Penggunaan Buzzer Upaya Pembodohan Bangsa

Nasional

NOTULA – Ekonom senior, DR Rizal Ramli, sepakat dengan pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, bahwa Hari Pers Nasional (HPN) harus dijadikan momentum untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu, melalui akun twitter pribadinya, menyatakan, “Salah satu tujuan kemerdekaan kita adalah ‘Mencerdaskan Bangsa’.”

Dia setuju dengan pendapat Haedar Nashir yang menyebut bahwa musuh terbesar pers saat ini adalah kehadiran para pendengung atau buzzer di media sosial, yang nirtanggung jawab kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia.

Menurut Rizal Ramli, penggunaan buzzer bayaran secara masif merupakan bagian dari upaya pembodohan bangsa. Sebab, tak jarang para buzzer bayaran itu menggunakan logika cetek saat berdebat, dan bahasa yang kurang mencirikan kepribadian bangsa.

“Penggunaan buzzeRP oleh pejabat secara masif, menggunakan logika bodoh & bahasa2 vulgar, adalah upaya pembodohan bangsa, bertentangan dgn cita kemerdekaan,” tuturnya, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (10/2/21).

Seperti diberitakan, memperingati HPN 2021, Haedar Nashir berpendapat bahwa pers Indonesia harus menjalankan fungsi checks and balances sebagaimana menjadi DNA media massa sepanjang sejarah di negeri mana pun.

Dia tidak ingin insan pers Indonesia membiarkan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia timpang tanpa fungsi kritis pers yang konstruktif demi masa depan Indonesia yang demokratis dan berkemajuan.