Rizal Ramli: Djoksan Ingin Indonesia Hebat dan Makmur

Nasional

NOTULA- Tak sedikit yang menanyakan mengapa jenazah mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, tidak akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, sebagaimana prajurit TNI lainnya.

Seperti diberitakan, jenazah Djoksan, demikian sapaan akrab sang jenderal, akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Karawang, Bekasi, Minggu (10/5).

Dikutip dari rmol.id, kader Partai Gerindra, Kamrussamad, mengurai, alasan mengapa mantan KSAD itu tidak dimakamkan di TMP Kalibata.

Menurut anggota Komisi XI DPR yang melayat ke rumah duka ini, pemilihan San Diego Hills sebagai peristirahatan terakhir diambil sesuai pesan Djoko Santoso.

“Permintaan almarhum itu disampaikan putranya, Adnan Pandu,” kata Kamrussamad

Ingin Indonesia Hebat dan Makmur

Jenderal (Purn) Djoko Santoso dikenal sebagai sosok yang santun dan dekat dengan siapapun, termasuk dengan ekonom senior, DR Rizal ramli.

Rizal Ramli bahkan mengaku sangat dekat dengan mantan KSAD itu. Perkenalannya sudah dimulai sejak Djoksan masih berpangkat Mayjen.

“Beliau tokoh yang halus budi dan selalu memikirkan nasib bangsa,” tutur Rizal Ramli sembari mengurai kisah saat dua bulan lalu Djoko Santoso berkunjung ke kediamannya.

Dalam kunjungan itu Djoko Santoso menitip pesan untuk Rizal Ramli. Pesan itu sederhana, yaitu keinginan dari seorang mantan panglima TNI untuk melihat Indonesia menjadi makmur.

“saya tidak punya ambisi pribadi lagi, saya hanya ingin lihat Indonesia hebat dan makmur, tol0ng Mas Rizal Ramli. Saya tahu Mas Rizal sudah berjuang untuk Indonesia sejak dari muda,” tutur Rizal Ramli menirukan permintaan Djoko Santoso.

“Sangat trenyuh dengan permintaan Jenderal Djoko,” demikian Rizal Ramli.

Prajurit Sejati

Meninggalnya Djoko Santoso juga menjadi duka bagi Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.

Jurubicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan, Djoksan merupakan sosok yang berintegritas di mata Prabowo.

“Bagi Pak Prabowo, Pak Djoksan itu tipe prajurit sejati. Beliau orang yang lurus dan berintegritas tinggi, loyalitasnya sangat tinggi,” jelas Dahnil.

Menurut dia, Djoksan merupakan junior Prabowo yang memiliki karier militer cemerlang. Selain itu, kedekatan almarhum dengan Prabowo juga ditunjukkan dengan berpartisipasinya Djoksan sebagai dewan pembina Partai Gerindra serta menjadi Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

“Selain setia bersama Pak PS (Prabowo Subianto) sejak di TNI, setelah pensiun beliau juga tetap bersama Pak PS di Partai Gerindra dan berjuang bersama. Beliau ikut membesarkan Partai Gerindra bersama tokoh lain, dan Pak Prabowo sangat mempercayai beliau dalam banyak hal,” tandasnya.

Patriot

Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai, Djoko Santoso merupakan sosok patriot sejati. Bangsa dan negara menjadi yang utama bagi Djoko Santoso.

“Seorang patriot selalu menomorsatukan bangsa dan negara,” jelas Anies Baswedan.

Djoko Santoso tutup usia di umur 67 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.