Resmi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri

Nasional

NOTULA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, memastikan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan jabatannya sebagai menteri.

Pernyataan itu disampaikan Edhy Prabowo usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020, Kamis (26/11) dini hari.

“Dengan ini saya akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum (Partai Gerindra), juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri,” tuturnya.

“Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar,” kata Edhy yang menggunakan rompi oranye KPK.

Seperti dikutip dari RMOL.id, Edhy keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.31 WIB. Didampingi petugas KPK, dia berjalan menuju Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk dipampang ke hadapan publik.

Selain mengenakan rompi oranye, tangan Edhy juga diborgol, berjalan paling depan, disusul empat orang laki-laki lainnya yang juga mengenakan rompi oranye.

“Sejumlah barang bukti ikut diamankan, antara lain ATM BNI atas nama AF, tas LV, tas Hermes, baju old navy, jam Rolex, jam Jacob n Co, tas koper Tumi dan tas koper LV,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/20).

Diberitakan sebelumnya, KPK mengamankan 17 orang. Mereka adalah Edhy Prabowo beserta istri berinisial IRW, kemudian SAF selaku Stafsus Menteri KKP, ZN selaku Dirjen Tangkap Ikan KKP, YD selaku ajudan Menteri KKP, YN selaku protokoler KKP, DES selaku Humas KKP, SMT selaku Dirjen Budi Daya KKP, dan SJT selaku Direktur PT DPP.

Selain itu juga SWD selaku pengurus PT ACK, DP selaku pengendali PT PLI, DD selaku pengendali PT ACK, NT selaku Istri dari SWD, CM selaku staf Menteri KKP, AF selaku staf Istri menteri KKP, SA selaku Staf Menteri KKP, dan MY selaku staf PT Gardatama Security.

Mereka diamankan di sejumlah lokasi, seperti Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok (Jawa Barat) dan Bekasi (Jawa Barat).

Dari 17 orang yang diperiksa, KPK akhirnya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Mereka adalah Edhy Prabowo, SAF, APM, SWD, AF, AM sebagai penerima, dan SJT sebagai pemberi.