Resmi, Prabowo-Sandi Gugat Hasil Pilpres 2019

NOTULA – Resmi, tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya melaporkan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk Pemilu presiden (Pilpres) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (24/5).

Pelaporan dipimpin advokat senior yang juga mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 22.37 WIB. Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana, dan pakar hukum tata negara, Irman Putra Siddin, juga turut serta.

Ada delapan orang yang masuk dalam tim hukum BPN. Hadir juga Koordinator Manajerial Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Hasjim Djojohadikusumo, dan sejumlah petinggi BPN lainnya. Mereka nampak membawa beberapa tumpukan berkas alat bukti.

Sementara itu, calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sama sekali tidak hadir. Belum diketahui pasti alasan ketidakhadiran mereka.

-51 Bukti-

Pada kesempatan itu BPN menyerahkan sekitar 51 bukti gugatan Pemilu yang langsung diterima Panitera MK, Muhidin.

Meski begitu, BPN yang diwakili Ketua Tim Hukum BPN, Bambang Widjojanto, enggan merinci bukti apa saja yang dibawa.

“Saya akan menjelaskan secara detil, tapi tidak bisa hari ini,” tukasnya. “Ada kombinasi dokumen dan saksi. Ada saksi fakta dan saksi ahli. Baru 51,” imbuhnya.

Sementara itu, Panitera MK, Muhidin, mengaku akan memverifikasi berkas-berkas yang dibawa tim Prabowo-Sandi. Nantinya dia juga meminta pihak BPN untuk menyerahkan kelengkapan jika dinilia masih kurang.

“Insya Allah kami akan melengkapi bukti-bukti yang diperlukan dan menambahkan apa-apa yang penting yang diperlukan untuk proses mengungkap kebenaran di Mahkamah Konstitusi ini,” jelas Bambang lagi, seperti dikutip dari rmol.co.