Resmi, DPD RI Bentuk Pansus PCR

Nasional

NOTULA – Menyikapi kontroversi yang tinggi di masyarakat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) Polymerase Chain Reaction (PCR). Fahira Idris, senator Jakarta, didapuk sebagai ketua.

Menurut Fahira, pembentukan Pansus ini merupakan respons cepat DPD RI atas berbagai persoalan bangsa yang menjadi perhatian besar seluruh rakyat, salah satunya PCR, yang sejak awal pandemi hingga detik ini jadi polemik.

Dia juga mengungkapkan, isu PCR dinamikanya begitu tinggi. Di media massa, isu ini juga demikian massif diulas. Bahkan, dinamika isu PCR lebih tinggi bisa ditemui di berbagai platform sosial media.

Terkait PCR ini, salah satunya soal harga tes PCR yang dinilai banyak pihak mengindikasikan ada kekeliruan kebijakan.

Situasi itu menyebabkan munculnya dugaan ada sejumlah pihak yang memanfaatkan pandemi ini untuk mengeruk keuntungan lewat tes PCR.

Pada saat bersamaan, tambah Fahira, pemerintah yakin penetapan dan evaluasi harga PCR sudah sesuai aturan dan tidak ada pihak manapun yang diuntungkan secara komersial.

“Sebagai wakil rakyat, kami punya tanggung jawab konstitusional dan moral untuk menelusuri ini, agar semuanya clear dan tidak jadi bola liar,” tegas Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (20/1/22).

Pansus ini, kata dia lagi, menjadi ikhtiar DPD RI untuk melakukan identifikasi dan klarifikasi, menyajikan peta substansi persoalan dan memberikan masukan, pemikiran, gagasan.

Target dari Pansus ini, seperti dikutip dari rmol.id, adalah memberi rekomendasi terkait dugaan kebijakan PCR yang membebani public, khususnya transparansi dan akuntabilitas serta isu konflik kepentingan.

Fahira memandang ada dua isu utama yang akan ditelusuri Pansus. Pertama, apakah regulasi kebijakan PCR telah memadai, transparan dan akuntabel dalam memastikan terjaminnya kepentingan masyarakat.

“Kedua, apakah terdapat konflik kepentingan dari penyelenggara negara di dalam kebijakan bisnis PCR,” pungkas Fahira Idris.

Pada Pansus PCR ini Fahira didampingi tiga wakil ketua, Wakil Ketua I Elviana (Senator Jambi), Wakil Ketua II Hasan Basri (Senator Kaltara) dan Wakil Ketua III Angelius Wake Kako (Senator NTT).