Relawan Kopral Bantu Korban Erupsi Ile Lewotolok di Pengungsian

Nasional

NOTULA – Sejak Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi, akhir Oktober lalu, (29/11), banyak desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur mengungsi di tenda-tenda pengungsian di Kota Lewoleba.

Anak-anak di pengungsian.

Mereka belum dipulangkan, karena Ile Lewotolok masih berstatus Siaga III. Menyikapi itu, relawan Komunitas Pemuda Pelajar Asal Lewotolok (Kopral), yang kebanyakan keluarganya ikut mengungsi, langsung mendirikan posko di Lewoleba.

Dan untuk meringankan beban pengungsi, relawan Kopral turun ke jalan untuk menggelar aksi penggalangan dana.

Koordinator Kopral, Ambrosius Boyang, mengatakan, dia dan teman-temannya membahas penyikapan situasi, yakni kehidupan para pengungsi, dan membantu meringankan beban pemerintah daerah, karena terlalu banyak pengungsi yang datang.

“Kami langsung turun aksi di pertigaan Kota Lewoleba, menghimpun dana, dan hasil dari aksi kemanusiaan ini menjadi modal awal relawan membeli Sembako untuk para pengungsi,” tutur Ambrosius Boyang, Minggu (20/12/20), via Whatsapp.

Berkat kegigihan para relawan Kopral, kesulitan para pengungsi terutama dalam hal kebutuhan Sembako teratasi.

“Kami juga mengidentifikasikan kebutuhan lain dari pengungsi, seperti ikan dan sayur. Kini Koppral bekerja sama dengan Pertamina Lewoleba juga menyalurkan minyak tanah untuk korban erupsi,” jelas Boyang, panggilan akrabnya.