Rel Trem di Simpang Rajabali Tak Akan Dibongkar

Malang Raya

NOTULA – Rel trem yang ditemukan di Simpang Rajabali harus jadi pengingat sejarah. Bahwa di lokasi itu dulu pernah ada teknologi kereta seperti yang ada di Eropa.

Karena berdampingan dengan Proyek Malang Heritage, pihak pengembang proyek, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Pemkot Malang, dan PT KAI (Kereta Api Indonesia), memutuskan tidak membongkarnya.

Walikota Malang, Sutiaji, saat meninjau lokasi ditemukannya rel trem, mengatakan, nanti harus dibuatkan penanda bahwa ada rel bersejarah di situ.

“Saat pemasangan batu andesit, saya minta dibuatkan tanda bahwa di sini ada rel bersejarah,” katanya, Rabu (11/11/20).

Menurut dia, pemasangan batu andesit bisa dibuatkan dengan warna yang beda. Tujuannya agar masyarakat tau bahwa di kawasan itu ada rel bersejarah.

Baca Juga :

a

Diberitakan sebelumnya, saat pembongkaran jalan di Simpang Rajabali, ditemukan ruas rel yang masih utuh, dipastikan bekas kereta trem zaman Belanda.

Menurut keterangan TACB, rel itu diperkirakan sudah berumur 117 tahun dan diresmikan penggunaannya pada 1903.