NOTULA – Klaim kemenangan di antara dua kubu yang berkontestasi dalam pemilihan presiden (Pilpres) satu hal yang wajar. Terlebih belum ada hasil final terkait pemenang pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menurut pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, Komisi Pemilihan EeeW (KPU) sebagai ‘wasit’ harus bisa dipercaya seluruh pihak. Ini penting, agar semua yang dihasilkan KPU bisa diterima, baik kubu Paslon 01 maupun 02.

“KPU tidak usah ikut memperkeruh suasana, tapi harus mendamaikan suasana. Jangan terlibat dalam polemik dengan melontarkan statement-statement yang tidak perlu,” tulis Refly, di laman Watyutink, Kamis (18/4).

“KPU cukup bekerja secara profesional dan memberikan statement yang bersifat kelembagaan,” imbuhnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Saat ini baik Paslon 01 maupun 02 sama-sama merasa memenangi Pilpres yang digelar 17 April kemarin. Paslon 01 merasa menang setelah hasil hitung cepat seluruh lembaga survei menyatakan keunggulannya atas Paslon 02 dengan perolehan sekitar 54-55 persen.

Sementara klaim kemenangan Paslon 02 didasarkan pada hasil real count internal yang menyebut penantang petahana ini menang dengan perolehan mencapai 62 persen. Bahkan, Kubu 02 sudah mendeklarasikan kemenangannya.