Redam Kisruh Dunia Maya, Polisi Mulai Gunakan Virtual Police

Nasional

NOTULA – Saat ini penyidik Polri harus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam menangani kasus pelaporan terkait UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Preemtif adalah upaya memberikan konsultasi terhadap obyek pemeriksaan terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Sementara preventif adalah pencegahan terhadap suatu masalah.

Dua hal itu termaktub dalam Surat Edaran Kapolri bernomor SE/2/11/2021, yang diterbitkan dalam rangka mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif.

“Mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert, yang bertujuan memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari potensi tindak pidana siber,” bunyi pedoman pada SE yang harus diikuti penyidik.

Selain itu, penyidik juga diharuskan mengikuti perkembangan pemanfaatan ruang digital yang terus berkembang dengan segala macam persoalannya.

Selanjutnya, seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (23/2/21), juga harus memahami budaya beretika yang terjadi di ruang digital dengan menginventarisir berbagai permasalahan dan dampak yang terjadi di masyarakat.

“Dalam menerima laporan dari masyarakat, penyidik harus bisa membedakan antara kritik, masukan, hoaks, dan pencemaran nama baik yang dapat dipidana untuk selanjutnya menentukan langkah yang akan diambil,” demikian bunyi SE itu.