Rasisme yang Dialami Pigai Masuk Laporan HAM AS

Nasional

NOTULA – Sikap dan tindakan rasisme yang kerap dialami aktivis asal Papua, Natalius Pigai, tercantum dalam laporan praktik HAM di negara-negara tahun 2021 yang dirilis Departemen Luar Negeri AS.

Menurut dokumen setebal 60 halaman yang diterima redaksi, Deplu AS menyoroti salah satunya dugaan diskriminasi yang dialami masyarakat keturunan Melanesia, terutama di Papua dan Papua Barat.

Dasar laporan yang digunakan Deplu AS berasal dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan dalam dokumen itu disebutkan bahwa orang-orang keturunan Melanesia menghadapi kekerasan dari polisi.

Dan salah satu yang disoroti adalah aksi rasisme yang diduga dilakukan oleh Ketua Umum Relawan Jokowi-Amin (Projamin) yang dialamatkan kepada aktivis Natalius Pigai.

“Pada Januari, Ketua Organisasi Relawan Projamin, Ambroncius Nababan, menggunakan bahasa rasis dan gambar gorila untuk menyerang Natalius Pigai, mantan komisioner hak asasi manusia dan seorang etnis Papua, atas kritik Pigai terhadap vaksin Sinovac Covid-19,” demikian bunyi dokumen Deplu AS, seperti dikutip dari rmol.id, Sabtu (16/4/22).

Menyikapi laporan itu, Pigai menilai rasisme yang dialaminya telah menjadi perhatian dunia. Bahkan menurutnya, phobia terhadap Papua sudah meluas di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini.

“Kebijakan Jakarta untuk Papua didominasi oleh Papua phobia, tidak hanya di level pemerintah Jokowi, tapi juga telah massif di kalangan rakyat Indonesia,” tutur Pigai.