Rachmawati: Teknologi Tak Boleh Mengalahkan Nilai Kemanusiaan

Nasional

NOTULA – Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri, mengajak wisudawan sarjana dan pascasarjana Universitas Bung Karno (UBK), bijak menyikapi kemajuan teknologi atau digitalisasi.

Menurut putri Proklamator itu, era digitalisasi membuat segala aktifitas manusia berubah. Teknologi digital bahkan dapat mengubah tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik dan keamanan.

“Digitalisasi juga memiliki dampak negatif yang sangat merusak generasi muda. Menjadi virus informasi dan dapat memecah belah persatuan bangsa (devided nation),” katanya, pada sambutan wisuda program sarjana ke-18 dan wisuda pascasarjana magister hukum ke-2 secara vitrual, Kamis (25/2/21).

Rachmawati juga mengingatkan, era proxy war saat ini kerap memanfaatkan kemajuan teknologi untuk merubah mindset atau pola pikir masyarakat suatu bangsa, dengan tujuan mengikuti pola pikir negara lain yang menguasai teknologi digital.

“Selanjutnya tergantung pada manusianya, apakah kemajuan teknologi era digital dipergunakan secara positif atau negatif,” tandasnya, seperti dikutip dari RMOL.id.

Untuk itu, Rachma mengingatkan agar kemajuan tekologi atau digitalisasi ini tidak boleh mengalahkan nilai-nilai peri kemanusiaan. Ia menekankan, kemajuan teknologi harus dipandang sebagai alat bantu, perkakas untuk memudahkan kehidupan manusia.

Dalam kaitan itu, dia mengajak seluruh civitas akademika UBK dapat menerima dan menanggapi era digital sebagai sebuah peluang untuk dapat semakin berperan dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi para mahasiswa.