NOTULA – Berbagai elemen masyarakat kini kembali mengajukan gugatan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 3 ayat 7 Peraturan KPU Nomor 5/2019 ke Mahkamah Agung, Senin (13/5).

Kali ini gugatan dilayangkan putri Proklamator Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, dan koleganya, Mayjen (Purn) Asril H Tanjung.

Substansi Pasal 3 ayat 7 Peraturan KPU itu berisi, “Dalam hal hanya terdapat 2 (dua) Pasangan Calon dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, KPU menetapkan Pasangan Calon yang memperoleh suara terbanyak sebagai Pasangan Calon terpilih”.

Pada gugatan itu, Rachma juga didampingi Tim IX yang terdiri dari sejumlah tokoh, seperti Syamsul Rizal, Dahlia Zein, Putut Riyadi Wibowo, Ristiyanto, Eko Santjojo, Hasbil Mustaqim dan Taufiqurrahman Ketua Bidang Hukum dan seluruh jajaran LBH Ormas Baladhika Indonesia Jaya.

Seperti dikutip dari rmol.co, Rachma dan kawan-kawan menilai keberadaan PKPU telah bertentangan dengan konstitusi.

Meski begitu, hingga saat ini baru salah satu anggota Tim XI, yaitu Ristiyanto, yang sudah tiba di Gedung Mahkamah Agung. Hanya saja, Ristiyanto masih enggan memberikan komentar.

“Nanti saja ya, tunggu Bu Rachma dulu. Nanti akan dijelaskan Bu Rachma di kediamannya sore ini,” ujar Ristiyanto.