Priyo ‘Bogank’ Sudibyo: Amari Itu Supel dan Ringan Tangan

Malang Raya

NOTULA – Meninggalnya Amari membuat kerabat dan teman dekatnya merasa sangat kehilangan. Semasa hidup, Amari memang dikenal baik hati dan ringan tangan.

Seperti dituturkan salah satu teman dekatnya, Priyo ‘Bogank’ Sudibyo, Kamis (19/11/20) malam. Menurut dia, Amari dikenal sangat supel.

“Waktu menjabat sebagai kepala desa Mangliawan, dia dikenal supel dan mudah bergaul. Temannya banyak dan murah senyum kepada siapa saja,” tutur Bogank via telepon.

Sebab itu, begitu mendapat kabar Amari telah tiada, dia merasa sangat kehilangan. Apalagi semasa hidup, Amari kerap berkunjung ke rumahnya.

“Dia sering ke rumah saya, tiba-tiba masuk. Pokoknya konco curhat, konco sembarang,” jelas Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang ini.

Menurut Bogank, kepergian Amari jelas di luar dugaan. Pasalnya, almarhum sempat sadar bahkan berkomunikasi dengan keluarga dan kerabatnya di Malang.

“Kemarin masih bisa komunikasi, masih bisa video call, bahkan masih bisa melambaikan tangan,” imbuhnya.

Sebenarnya, sambung dia lagi, Amari memiliki tekad dan semangat kuat untuk segera sembuh. “Dia semangat dan bertekad ingin sembuh. Tapi Tuhan berkehendak lain,” ucapnya.

“Semoga almarhum diterima Allah SWT dan mendapat tempat yang baik di sisiNya. Karena beliau itu orang baik.”

Seperti diberitakan, Amari tutup usia setelah mendapat perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Surakarta. Sebenarnya dia dipersiapkan menggantikan Didik Gatot Subroto di DPRD Kabupaten Malang, setelah Didik mundur karena maju sebagai calon wakil bupati pada Pilbup Malang.