Presisi Polri Diukur dari Keadilan, Abu Janda dan Denny Siregar Harus Diproses

Nasional

NOTULA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus adil terkait berbagai laporan terhadap Permadi Arya (Abu Janda) dan Denny Siregar, yang selama ini terkesan kebal hukum dan berlindung di balik penguasa.

Pernyataan itu disampaikan pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, Kamis (28/1/21).

“Nilai presisi salah satunya diukur dari tidak adanya diskriminasi hukum. Polri hendaknya memberlakukan sama kepada siapapun, tidak melihat siapa yang melapor dan yang dilaporkan,” tutur Suparji Ahmad seperti dikutip dari RMOL.id.

Menurutnya, publik harus tahu secara transparan, bagaimana sesungguhnya berbagai laporan yang diajukan berbagai pihak selama ini.

“Menguji perbuatan yang dilaporkan dengan menggunakan tasting stone (batu uji) hukum positif yang tepat, baik dan benar,” katanya. Termasuk, sambungnya, apabila memang tidak memenuhi syarat untuk dijerat pidana, Polri juga harus memberi informasi.

“Penuntasan kasus dua nama yang pernah dilaporkan kepada polisi karena diduga melakukan tindak pidana harus didasarkan pada bukti-bukti yang cukup, agar timbul trust publik,” kata Suparji.

Terbaru DPP KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskim Porli Kamis (28/1/21), karena diduga melakukan tindakan rasis. KNPI mewakil Natalius Pigai dan pihak yang merasa terganggu dengan dugaan aksi rasisme yang dilakukan Abu Janda.