Presiden Jokowi Dorong Penguatan Infrastruktur Malang Raya

NOTULA – Usai acara komitmen penguatan pengawasan kinerja pendapatan dan peningkatan target antara Pemerintah Pusat bersama Pemprov dan 38 Pemkot/Pemkab se Jawa Timur, di Grahadi Surabaya (Selasa pagi, 23/4), sinergi bersambung dengan rakor antara Presiden Jokowi dengan para Gubernur dan walikota/bupati, di Istana Bogor, sore harinya.

Rakor bersama presiden berlangsung seharian, dibagi berdasar provinsi masing masing. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa, datang bersamaan dengan walikota/bupati se Jawa Timur di Istana Presiden sekitar pukul 15.30 WIB.

“Iya, tadi kita berangkat bersama dari Grahadi dengan Ibu Gubernur, satu rombongan dari bandara hingga istana. Untuk Jawa Timur, rakor dan pertemuan dengan presiden dilangsungkan pukul 14.30 WIB. Terkendala macet, jadi sampai di lokasi sudah di atas pukul 15.00 WIB,” tutur Walikota Malang, Sutiaji.

Menurutnya, usai rakor, Presiden Jokowi yang didampingi sekretaris kabinet, sekretaris negara, jajaran menteri, staf ahli presiden dan juru bicara presiden, menegaskan, fokus pemerintah kali ini memacu pembangunan infrastruktur.

“Presiden optimis dan mengajak semua kepala daerah menggenjot pembangunan infrastruktur. Karena infrastruktur yang memadai akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” tambah Sutiaji, sembari mengatakan, presiden memberi perhatian khusus atas sinergi Malang Raya.

“Di antara yang diseriusi terkait peningkatan status bandara internasional. Tadi saya sampaikan kembali. Pak Jokowi juga merespon perpanjangan tol Malang-Pandaan (Mapan) yang akan tersambung hingga Kepanjen (Kabupaten Malang) dan pengembangan tol hingga mengarah ke Kota Batu,” rincinya.

Menyikapi itu, Pemkot Malang berfikir makro. “Tentu energi Malang Raya yang kita kedepankan. Jadi, ada pekerjaan besar yang harus dilakukan, agar ada nilai lebih, di antaranya potensi perguruan tinggi, keberadaan start up yang besar dan banyak di Kota Malang. Ini menguatkan UMKM kita serta keunikan potensi lain yang banyak tumbuh di kampung-kampung,” katanya.

Rakor di Istana Bogor, sambung dia lagi, menjadi salah satu item penguatan sinergi Malang Raya. Pertemuan di Kota Malang yang lalu hanyalah jilid awal, dan pasti akan ada jilid-jilid berikutnya.

“Agar Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang tumbuh bersama, seperti diinginkan Presiden Jokowi dan Gubernur Khofifah,” pungkas Sutiaji.