Prabowo: Saya Merasakan Arus Kekuatan Besar Bergerak dari Bawah

Nasional

NOTULA – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengaku prihatin dengan kaum intelektual Indonesa, yang bungkam melihat kondisi bangsa dan negara yang tidak lagi berdaulat dan rakyat dimiskinkan.

Keprihatinan itu disampaikan Prabowo saat deklarasi dukungan alumni dari 115 Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

“Terus terang saja, beberapa tahun ini saya prihatin melihat kaum intelektual Indonesia, seolah-olah diam di tengah ketidakadilan, diam di tengah pendzoliman rakyat, diam di tengah kemiskinan bangsa, diam di tengah diserahkannya kedaulatan kepada bangsa-bangsa lain,” katanya.

Dia juga mengatakan, kondisi ekonomi yang tidak lagi berdaulat dan rakyat yang dimiskinkan harusnya mendapat perhatian kaum intelektual. Sebab, kata dia, ekonomi sangat penting bagi kedaulatan bangsa.

“Walau pendidikan saya tantara, tapi saya merasakan ekonomi sangat penting. Saya sangat paham pentingnya pangan bagi kedaulatan dan kemerdekaan. Saya paham sekali, tidak ada negara yang merdeka kalau tidak bisa memberi makan kepada rakyatnya,” imbuhnya.

Prabowo menyatakan, dukungan yang diterimanya dari kaum intelektual tak lain sebagai upaya memperjuangkan kedaulatan bangsa.

“Universitas dan perguruan tinggi, di situlah otak-otak terbaik sebuah bangsa. The bank of knowledge, lembaga tabungan kearifan bangsa, didepositokan, diamankan, untuk digunakan generasi berikutnya bagi bangsa Indonesia,” demikian Prabowo.

//Kebangkitan dari Kampus//

Prabowo, seperti dikutip dari rmol.co, juga mengatakan, para pendahulu bangsa selalu berjuang dan tidak bungkam melihat realitas yang dirasakan rakyat Indonesia.

“Perubahan bangsa, kebangkitan bangsa, selalu berasal dari kampus-kampus. Ada Dokter Ciptomangunkusumo, Boedi Utomo, Bung Hatta, tokoh-tokoh yang mendirikan gerakan-gerakan besar di republik kita,” ujarnya.

Meski begitu Prabowo mengaku prihatin dengan kondisi kaum intelektual yang menjadi aset bangsa sekarang ini, yang cenderung bungkam melihat adanya penindasan. “Saya agak prihatin, saya melihat, kenapa kampus diam melihat petaninya diperlakukan tidak baik, melihat ketidakadilan, kezaliman, tidak dihormati dan diperhatikan,” tuturnya.

Sebab itu Prabowo mengapresiasi dukungan dari para alumni 115 kampus perguruan tinggi. “Kampus di Indonesia telah mengambil sikap, telah berdiri bersama rakyat Indonesia. Saya terkesan dengan deklarasi saudara-saudara, saya bersama kalian merasakan arus kekuatan besar yang bergerak dari bawah,” paparnya.