Prabowo Kenalkan Putra-Putri Barisan Akal Sehat

NOTULA – Ada pemandangan menarik pada pidato kebangsaan Prabowo Subianto kali ini. Puluhan tokoh duduk di atas panggung saat Capres 02 itu menyampaikan pidato di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12/4).

Selanjutnya Prabowo memperkenalkan satu persatu dari puluhan tokoh yang disebut sebagai putra-putri terbaik yang mau bekerja untuk rakyat itu.

Prabowo menjelaskan, dirinya tidak bisa bekerja sendiri jika terpilih sebagai presiden. Ketua umum Gerindra itu mengaku sudah belajar dari banyak sejarah, bahwa pemimpin yang mau bekerja untuk rakyat harus bisa mencari putra-putri terbaik.

“Tidak mungkin seorang Prabowo bekerja sendiri, otaknya terbatas, manusia biasa, tapi Prabowo punya seni kepemimpinan,” katanya, saat berpidato.

Dia memastikan, nama-nama yang disebut merupakan mereka yang memiliki kapasitas otak dan akhlak terbaik.

Prabowo menegaskan, dirinya tidak membutuhkan orang yang hanya brilian di bidang Pendidikan, tapi hatinya tidak membela bangsa sendiri.

“Kita tidak perlu dipilih majalah asing dan disebut sebagai menteri terbaik,” seloroh Prabowo.

Pesan Bung Karno yang mengajarkan bahwa jika ada orang yang dibenci negeri asing, itu tanda dia yang paling setia dengan bangsa sendiri, dan itu benar-benar dipegang Prabowo.

“Jadi di belakang saya dan di samping saya ini adalah putra putri terbaik bangsa. Merekalah yang mau benar-benar ikut barisan akal sehat,” tegasnya, sembari mengatakan, 80 putra-putri terbaik bangsa itulah yang akan membantunya bersama Sandiaga Uno, jika nanti terpilih dalam Pilpres 17 April mendatang.

Tokoh-tokoh yang disebut Prabowo berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mulai ulama, akademisi, politisi, mantan tentara hingga seniman.

Mereka adalah Ahmad Riza Patria, Alex Yahya, Amir Syamsuddin, Arifin Seman, Bambang Haryo Soekartono, Bambang Susanto, Bambang Widjojanto, Bembi Oeripto, Budi Djatmiko, Chusnul Mariyah.

Selanjutnya Dahlan Iskan, Dahnil Anzar, Damayanti Hakim Tohir, Dede Yusuf, Dian Islamiati Fatwa, Didik J Rachbini, Dirgayuza Setiawan, Drajad Wibowo, Edi Suparno, Erwin Aksa, Fadli Zon, Fahmi Jemi Francis, Ferry Mursyidan Baldan, Firmanzah, Fuad Bawazier, Fahri Hamzah.

Kemudian Gamal Albinsaid, Gleni Kairupan, Hanif Rais, Haryadin Mahardika, Ichsanuddin Noorsy, Imam Sufaat, Irawan Ronodipuro, Laode Kamaludin, Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Mochtar Niode, Mulfachri Harahap, Nanik S Deyang, Natalius Pigai.

Lalu ada nama seperti Otto Hasibuan, Priyo Budisantoso, Putra Jaya Husin, Rahmat Pambudi, Rahayu Saraswati, Rauf Purnama, Rizal Ramli, Rocky Gerung, Rustika Thamrin, Rustri Ningsih, Said Didu, Said Iqbal, Gatot Nurmantyo, Salim Said, Safri Syamsudin, Supriyatno, Sudirman Said, Sufmi Dasco Ahmad, Suhendra Ratu Prawiranegara, Sudjana Road, Tedjo Edhy Purdijatno, Teguh Santosa, Thomas Djiwandono, Tri Hanorita, Yusuf Martak, Wisnuwardana, Sang Alang.

Sementara dari kalangan tokoh agama, Prabowo juga menyapa sejumlah nama ulama, kiai dan habaib terkenal.

Mereka adalah KH Najib Maimun Zubair, KH Wafi Maimun Zubair, KH Kholil As’ad Syamsul Arifin, KH Hasib Wahab Chasbulah, KH Khoirul Anam, KH Hasyim Karim, Habib Abu Bakar Assegaf, Habib Farooq bin Muhammad Babur, dan masih banyak lainnya.

Merekadiharapkan mampu membantu Prabowo memperbaiki bangsa dan negara, termasuk menghadapi sejumlah tantangan Indonesia.