NOTULA – Saat ini rakyat Indonesia sedang dalam kerisauan, dipicu banyaknya kecurangan pada proses pesta demokrasi lima tahunan yang baru saja digelar.

Demikian dikemukakan Capres 02, Prabowo Subianto, sembari mengatakan, maka menjadi wajar jika rakyat Indonesia bergerak menyampaikan aspirasi dan haknya yang sedang dirampas dan diperkosa. Namun ia berpesan agar aksi yang dilakukan tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

“Apapun tindakan dan aksi yang ingin Anda lakukan besok, kalau saudara-saudara sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi dan kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian. Kita menjalankan langkah konstitusional, langkah demokratis, tapi damai. Tanpa kekerasan apapun,” tuturnya, dalam video imbauan, Selasa (21/5).

Imbauan Prabowo itu ditujukan kepada peserta yang rencananya akan menggeruduk Kantor KPU RI, Rabu (22/5), hingga tiga hari kemudian. Mereka menyuarakan banyaknya kecurangan dalam proses Pemilu 2019.

Eks Danjen Kopassus itu menambahkan, dia mendengar serangkaian isu yang menyebut aksi rakyat akan berujung kekerasan. Karenanya ia menyeru kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan selama menggelar aksi.

“Sekali lagi, apapun tindakan lakukan dengan damai, dengan bersahabat, dengan kekeluargaan, kita mohon aparat penegak hukum benar-benar mengayomi rakyat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menekankan, dia dan seluruh jajaran tidak mempunyai niat sedikitpun untuk makar dan menggulingkan pemerintahan yang sah. Sebaliknya, ia justru ingin menyelamatkan hukum dan menegakkan keadilan.

“Saya ingatkan, perjuangan kita harus damai, harus bebas dari kekerasan. Memang kami banyak yang mantan tentara, kami mengerti apa arti perang dan kekerasan. Tapi kami sama sekali tidak menginginkan kekerasan dalam kehidupan berpolitik kita. Kalau terprovokasi, saya mohon, jangan dibalas,” pintanya.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan, perjuangan yang akan dilakukan sangat berat. Namun, seorang ksatria sejati memang senantiasa dihadapkan pada beratnya perjuangan.

“Jalan sulit itu jalan pendekar. Pendekar tidak boleh gentar menghadapi cobaan berat. Bilamana saudara disakiti, jangan balas,” pungkasnya.