Prabowo dan Jokowi Terpegah, Ma’ruf Amin Kalah dari Sandi

Nasional

NOTULA – Di penghujung 2018, Indonesia Indicator (I2) merilis riset kepada 100 tokoh nasional terpegah (termasyur) alias top person di media. Hasil riset menunjukkan, dua kandidat presiden RI Prabowo dan Jokowi masuk dalam urutan teratas tokoh terpegah.

Dari pemberitaan per 1 Januari hingga 20 Desember 2018, kandidat presiden petahana Joko Widodo menjadi tokoh terpegah peringkat satu. Sosok Jokowi diberitakan media sebanyak 642.588 berita dari total 9.277.443 berita dalam setahun ini.

“Artinya, dari seluruh pemberitaan media seluruh Indonesia, 7 persen di antaranya memberitakan Jokowi. Sedangkan Prabowo menduduki top person kedua, dengan jumlah pemberitaan sebanyak 170.912 berita,” ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang, Senin (31/12).

Dijelaskan, I2 merupakan perusahaan itelijen media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence. Identifikasi 100 nama terpegah dari dalam negeri dilakukan terhadap pemberitaan di 3.216 media online Indonesia.

Menurut Rustika, tokoh terpegah 2018 adalah figur yang paling banyak diberitakan dan disebut dalam pemberitaan oleh media berbahasa Indonesia. Tokoh terpegah tidak harus memberikan pernyataan di media. Atau dengan kata lain, posisi tokoh terpegah merupakan objek pemberitaan.

Tokoh terpegah ketiga diduduki Sandiaga Uno. Mantan wakil gubernur DKI yang maju sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2018 itu diberitakan sebanyak 165.140 berita. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusul di belakangnya dengan 87.049 berita.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menduduki posisi kelima top person 2018 dengan 81.611 berita. Ketua Umum MUI yang juga calon wakil presiden KH Maruf Amin tercatat menduduki peringkat keenam top person 2018 dengan 80.186 berita.

Rustika memaparkan, empat tokoh lainnya yang masuk dalam 10 besar tokoh terpegah adalah Jurubicara KPK Febri Diansyah dengan 66.969 berita, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan 64.864 berita, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan 52.392 berita, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 48.365 berita.

Menurut Rustika, seperti dikutip dari rmol.co, konteks dinamika isu terkait politik, keamanan, dan ekonomi sepanjang 2018 telah mempengaruhi urutan 10 top person 2018. Dan media, menyambutnya sebagai sebuah objek baru yang menarik.

Dari 100 nama yang paling banyak menjadi pusat pemberitaan, terdapat 78 persen tokoh yang berlatar belakang politik. Sedangkan, dari bidang sosial sebanyak 13 persen dan figur dari bidang hankam hanya 5 persen dan hukum 3 persen. Sementara, figur yang berasal dari bidang ekonomi hanya 1 persen.

“Ada enam nama yang melanjutkan posisinya dari top person media dari tahun lalu, meski dalam urutan yang berbeda. Sebagai contoh, pada 2017 Sandiaga Uno berada di posisi ke-5, sedangkan Anies Baswedan di posisi ke-3. Sementara itu, Prabowo yang sebelumnya tidak masuk dalam 10 besar langsung melesat di posisi ke-2,” demikian kata Rustika.