Prabowo Bisa Klarifikasi soal Mahalnya LRT ke Jokowi Saat Debat

Nasional

NOTULA – Ajang Debat Pilpres 2019 putaran kedua pada 17 Februari nanti bisa dijadikan medium untuk mengklarifikasi informasi terkait mahalnya proyek infrastruktur pemerintah.

Di antaranya proyek pembangunan light rail transit (LRT) Jabodebek dan Palembang yang beberapa kali dikritisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), belakangan ini.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat, mengibaratkan kritik JK bak seseorang yang menyalakan lilin di tengah kegelapan informasi akibat pencitraan.

“Kritikan JK itu ibarat menyalakan lilin di tengah kegelapan,” kata Syafti, seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/1).

Seperti ramai diberitakan, sebelumnya, Wakpres JK menilai pembangunan LRT kurang efisien lantaran berbiaya mahal dan letaknya bersebelahan dengan jalan tol.

Agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, Syafti yang juga pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) meminta calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto untuk menanyakan langsung ke Jokowi perihal itu.

“Soal ini (mahalnya proyek LRT) bisa ditanyakan langsung dalam debat Pilpres nanti. Biar semuanya terang benderang,” tegasnya.